Road Show : IDKITA Kompasiana Sosialiasi ke Semarang dan Ungaran

Puji syukur, atas bimbingan dan ridho Allah, kegiatan IDKITA Kompasiana ke kota Semarang dan Ungaran, Jawa Tengah dapat terealisasi dengan baik dan lancar  pada 31 Agustus dan 1 September 2013 kemarin ini.

Walau sempat mengalami kendala untuk melaksanakan kegiatan blog shop di Yogyakarta pada pertengahan Agustus yang lalu, sebagai  tindak lanjut dari road show IDKITA Kompasiana  bersama kementrian komunikasi dan informatika pada akhir bulan Mei lalu. Semangat IDKITA ternyata tidak surut begitu saja.

Disertai niat dan pengorbanan yang tulus dari beberapa sukarelawan IDKITA baik dari Jakarta dan wilayah Jawa Tengah, akhirnya boleh dikatakan dapat berjalan secara lancar dan memuaskan.

Kegiatan di wilayah Jawa Tengah ini bermula dari usulan Kompasianer Mbak Gaganawati pada awal Juli 2013, yang kebetulan pada tahun ini menyempakan diri mengujungi Tanah Air (pulkam) lagi, bersama keluarga.

Berdasarkan surat permohonan dari SMA Negeri 2 Semarang dan Taman Bacaan “Warung Pasinaon” Tegalsari RT 05/08, Bergaslor, Kec. Bergas, Kab. Semarang, Jawa Tengah. Kami kemudian merembuk untuk mencari sosulsi waktu dan persiapan lainnya. Walau sempat menemui beberapa kendala, khususnya kesibukan dan Kesehatan mas Valentino, kegiatan diputuskan dapat dijalankan pada tanggal 31 Agustus di SMA Negeri 2 Semarang dan tanggal 1 September untuk  Taman Bacaan “Warung Pasinaon”.

Setelahh tiba di Yogyakarta, Sabtu, 31 Agustus, jam 7 pagi, dari Airport mas Valentino langsung menempuh perjalanan darat, menjemput kompasianer Bunda Enggar  dan Umi Salamah yang datang dari Purwokerto sehari sebelumnya.  Perjalanan dilanjutkan dengan menjemput, Om Maas dan mbak Devi yang sudah menunggu di Solo sejak pagi hari itu juga.  Akhirnya tim harus bergegas melanjutkan perjalanan ke Semarang, karena kegiatan di SMA Negeri 2 Semarang direncanakan pada pukul 13.00.

Sambil menunggu Tim tiba di lokasi, Mbak Gagana telah mengisi waktu, berdialog dan berdiskusi dengan siswa dan siswi SMA Negeri 2 Semarang tentang berbagai hal untuk memotivasi mereka

Baja Juga :  Sosialisasi Kekerasan Anak : IDKITA Bersama IWAPI Jawa Tengah

13781022031506478639

Tepat pukul 13.00, sesuai rencana, Tim sudah berada di SMA Negeri 2 Semarang. Tanpa sempat “makan siang”, tim langsung mempersiapkan diri untuk melakukan sosialisasi Internet Sehat dan Aman, dan melakukan dialog dengan perwakilan siswa dan siswi sekolah tersebut, sekaligus mensosialiasi pemilihan Calon Duta Internet Sehat dan Aman yang digagas Kementrian Kominfo.

Dialog berjalan cukup lancar, dengan antusias para pelajar banyak bertanya mengenai banyak hal, mulai dari masalah pengamanan berselancar di Internet,  motivasi menulis, hingga keberadaan Kompasiana.com itu sendiri.

1378102321387159724

Selepas dari kegiatan di SMA Negeri 2, tim baru dapat mengisi “perut” nya di daerah Simpang Lima, pusat keramaian kota Semarang. Turut bergabung saat itu, Mbak Gagana bersama kedua putri yang cantik dan kompasianer iin.

Karena telah kecapaian, Tim langsung menuju lokasi penginapan yang asri dimana kegiatan hari kedua akan dilangsungkan yaitu di wisma “Warung Pasinoan”.

Sebelum istirahat, Tim melakukan dialog dengan pemimpin Warung Pasinoan, ibu Tirta Nursari. Dalam dialog tersebut, Tim akhirnya harus menentukan kembali materi keesokan harinya. Karena Taman Bacaan “Warung Pasinaon” ternyata sudah cukup terkenal dan telah mendapat penghargaan dari berbagai lembaga, baik LSM maupun Pemerintah Pusat dan Daerah.

Taman bacaan warga yang membina kurang lebih 300 anak dan berbagai komunitas perempuan di wilayah sekitarnya dalam meningkatkan minat baca dan menulis, adalah merupakan daya tarik utama, sehingga Tim dapat merumuskan materi keeseoan harinya.

Minggu, pukul 10 pagi, peserta dialog mulai berdatangan. Tadinya Tim berpikir yang akan hadir hanyalah orang tua dan penggerak Warung Baca Pasinaon. Ternyata peserta yang datang cukup beragam, mulai dari siswi SD dan SMP, mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN, penggurus PKK setempat, beberapa perwakilan orang tua dari beberapa organisasi perempuan di wilayah “tetangga”.

Baja Juga :  Anak Perlu Waspadai Para Predator Seksual Online

Dengan kondisi ini, tentu saja Tim harus menyesuaikan beberapa materi lagi. Karena dengan latar belakang  yang berbeda-beda teresebut, mulai dari tingkat pendidikan, pekerjaan, dan paling utama adalah usia, materi yang disamoaikan harus dapat diterima secara merata oleh semua yang hadir.

Walau 30 menit “molor” dari waktu semula, mas Valentino langsung membawakan materi pertama, yang intinya memotivasi semua usia untuk tetap semangat membaca dan menulis, kemudian memperkenalkan pemanfaatan internet dengan pemahaman sederhana untuk memperkenalkan kegiatan Warung Pasinaon kepada publik agar dapat menjadi contoh dan inspirasi untuk daerah lain di Indonesia.

Setelah memaparkan materinya, mas Valentino mempersilahkan peserta untuk bertanya “apa saja”, sehingga TIM dapat menggali lebih banyak keadaan warga sebenarnya, sekaligus dapat melihat keinginan dan harapan mereka ke depan dalam memajukan diri mereka, putra dan putri mereka dan terkhususnya kegiatan Warung Pasinaon.

Selama paparan materi berlangsung, anggota tim lain dengan inisiatif sendiri sesuai kesepakatan dan arahan rumusan materi yang disepakati bersama, menggali informasi dari para pengelola dan meninjau langsung ruang “perpustakaan”, koleksi bacaan dan berdialog dengan beberapa penulis muda binaan Warung Pasinaon. Diantaranya terdapat  kurang lebih 300 buku, sumbangan Kompas Gramedia dalam berbagai judul.

Setelah “ISOMA”, materi kemudian dilanjutkan oleh Bunda Enggar dan Om Maas untuk memperkenalkan kompasiana.com sekaligus memperkenalkan “bloging” dan manfaat menulis dan disambut dengan antusias oleh beberapa penulis yang sangat berminat dalam menulis.

Semua rangkain kegiatan akhirnya harus diakhiri pada pukul 14:30, tim harus bergegas untuk kembali ke “rumah” masing-masing, menyiasati kemacetan perjalanan darat dan agar dapat tiba di tempat masing-masing sebelum malam hari tiba, karena beberapa diantaranya harus melanjutkan kegiatan lain yang sudah dijadwalkan sebelumnya.

Baja Juga :  Para Manula dan Lansiapun Prihatin Terjadinya Penyalahgunaan TIK di Indonesia

Puji Syukur, saat ini seluruh Tim dalam keadaan sehat walau sedikit mengalami kecapekan. Mas Valentino sendiri harus melanjutkan perjalanannya kembali pada hari ini ke Jakarta untuk melaksanakan tugas dan mengikuti beberapa kegiatan penting lainnya, yang juga sudah dijadwalkan jauh hari sebelumnya.

1378102421335364127

***

Mewakili penggerak inti, IDKITA Kompasiana. Melalui penuturan ringkas dari anggota Tim yang berkujung ke Semarang, tulisan ini saya sajikan sebagai laporan dan sekaligus  memanfaatkannya untuk mengucapkan terima kasih yang tak terhingga untuk seluruh anggota TIM yang sudah rela dan dengan niat yang tulus, mau meluangkan waktu berbagai dengan masyarakat yang “membutuhkan”. Kiranya Allah senantiasa melimpahkan berkah dan perlindungan, kesehatan dan sukacita bagi masing-masing pribadi dan tentunya seluruh keluarganya.

Kepada berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, kami juga tak lupa mengucapkan terima kasih atas dukungan moral serta doanya.

Kami masih memiliki banyak kekurangan, kiranya ke depan, masih ada lagi relawan-relawan yang terpanggil untuk ikut bersama kami atau secara mandiri mekakukan sosialisasi pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi bagi masyarakat luas, terkhususnya bagi anak dan remaja Indonesia.

Catatan : Laporan lainnya, masih akan dilaporkan secara terpisah oleh anggota Tim yang lainnya, semoga bermanfaat bagi pembaca.

Sumber gambar: Koleksi IDKita

*Ditayangkan di Kompasiana, pada tanggal 02 September 2013 | 13:17

Choose your Reaction!