Menjaga Privasi dan Aktivitas Online dari Pelacakan

Mungkin tidak semua orang peduli dengan aktivitas mereka selama berselancar di internet. Isu privasi seolah-olah hanyalah merupakan wacana biasa, tidak perlu dibesar-besarkan, selama pengguna merasa nyaman menggunakan segala fasilitas online, mereka memilih untuk tidak menggubris  persoalan privasi.

Ya, semua itu adalah pilihan. Oleh karenanya, ketika membahas masalah privasi tidak semua orang tertarik.

Terlepas dari mereka yang tidak peduli, ternyata ada juga pengguna internet yang menganggap bahwa masalah privasi merupakan hal penting yang perlu diperhatikan selama mereka memanfaatkan internet. Beberapa diantaranya telah mengatur privasi mereka di jejaring sosial, khusunya Facebook. Mulai dari pengaturan “tagging” hingga pembatasan berbagi foto maupun status mereka.

Semua terlihat simple, dengan mudah mereka mengatur privasi di jejaring sosial, kemudian merasa aman ketika berselancar mengujungi berbagai situs yang tersebar di jagat maya atau beraktivitas di blog pribadi mereka.

Namun ketika masalah pembajakan akun, maraknya iklan pornografi yang muncul pada brwoser, atau virus/malware seperi worm yang mampu mengacak-acak daftar alamat email kemudian mengirimkan “Spam mail” atas nama pemilik, banyak orang kemudian kuatir dan mencari penyebab dan solusinya. Beberapa jawaban kemudian ditemukan bahwa kebiasaan mengunduh software gratis, menjelajahi situs-situs dewasa atau “berbahaya” dan tergiur link/tautan phising yang biasanya membuat pengguna internet penasaran adalah biang keladinya.

Melalui cara yang  lebih canggih, ancaman privasi tidak hanya terbatas pada beberapa hal di atas. Ternyata situs-situs yang dianggap “aman” pun berkontribusi dalam masalah privasi pengguna karena melibatkan “pihak ketiga” dalam membangun fasilitas situs mereka. Pihak ketiga ini dikenal dengan nama Tracking companies.

Anda mungkin tidak mengenali nama-nama perusahaan yang melakukan pelacakan terhadap data dan informasi aktivitas online anda. Rupanya memang hal ini yang diinginkan mereka, bersembunyi di balik fasilitas-fasilitas sebuah situs.

Baja Juga :  Walau Sekolahnya di Desa, Siswa Sudah “Melek” Internet

Tracking companies atau perusahaan pelacakan merupakan bagian dari jaringan besar pengiklan di internet yang biasanya menggunakan cookie (tracking cookie), web bugs, dan teknologi pelacakan lain untuk mengumpulkan informasi tentang anda saat  menjelajahi berbagai web.

Perusahaan-perusahaan ini bahkan dapat membuat profil online anda yang berisikan informasi mengenai situs-situs yang anda kunjungi, apa yang anda cari melalui search engine, artikel yang anda baca, informasi produk/jasa yang anda beli secara online, video yang anda tonton dan aktivitas online lainnya.

Perusahaan menggunakan profil tersebut untuk berbagai tujuan, mulai dari sekedar mengganggu anda dengan iklan online bertarget atas dasar informasi aktivitas online anda, hingga menjual data anda ke pihak lain.

Bagaimana perusahaan-perusahaan ini menghasilkan uang?

Katakanlah anda membuka situs favorit anda, kompasiana.com. Situs ini secara tidak langsung telah membuat kesepakatan dengan beberapa jaringan iklan yang berbeda karena memasang fasilitasnya.

Sebagai contoh, jika anda menggunakan extensions Disconnect pada chrome, anda dapat melihat beberapa situs ketiga yang merupakan jaringan iklan dimaksud. Diantaranya terdapat 12 tracking companies yang langsung diblok oleh Disconnect.

Atau jika anda menggunakan extensions DoNotTrackMe, anda dapat melihat 2 jejaring sosial dan 3 perusahaan yang melakukan pelacakan saat anda melihat situs kompasiana.com

Perusahaan-perusahaan pelacakan tersebut mendapatkan uang dengan beberapa cara, antara lain dengan menjual informasi tentang kunjungan anda ke perusahaan lain atau mereka menampilkan iklan yang ditargetkan berdasarkan pada informasi yang mereka sudah tahu tentang anda.

Iklan non-target reguler didasarkan pada isi halaman web. Misalnya, jika Anda mengunjungi sebuah situs yang berisikan informasi tentang gitar, pemilik situs akan menyediakan iklan lain pada halaman web yang berhubungan dengan gitar, misalnya mendapatkan pelajaran gitar, membeli senar gitar, dan lain sebagainya.

Baja Juga :  Sosialisasi Kekerasan Anak : IDKITA Bersama IWAPI Jawa Tengah

Sebaliknya, iklan yang ditargetkan didasarkan pada aktvitas anda yang sudah dimiliki mereka. Misalnya, jika anda pernah mencari informasi tentang perjalanan ke Jerman dan memeriksa beberapa situs tentang hal itu, pelacak akan tahu kalau anda tertarik pada informasi tentang Jerman, dengan begitu mereka akan memunculkan iklan yang terkait dengan jerman pada setiap situs yang mendukung iklan bertarget.

Tidak heran, ketika ada pengguna internet yang merasa resah karena munculnya iklan pornografi pada beberapa web melalui browser mereka. Selain karena ulah adware atau malware lain, peran situs pelacakan ternyata ikut berperan penting.

Dengan demikian, silahkan menentukan sikap untuk menjaga aktivitas anda selama online karena dapat mengganggu privasi yang perlu juga anda jaga.

Diposting di Kompasiana.com 03 June 2013 | 13:51

Choose your Reaction!