Sosialisasi Ineternet Sehat : IDKITA Mengunjungi Kota Malang

Setelah melaksanakan kunjungan 2 hari ke Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada tanggal 23 hingga 24 Agustus 2014, koordinator Nasional IDKITA Community langsung bertolak ke Surabaya untuk mempersiapkan diri memberikan sosialisasi pemanfataan TIK kepada lembaga Pelayanan Masyarakat Indonesia di Malang pada tanggal 25 Agustus 2014.

Kelelahan setelah melakukan kunjungan di Kabupaten Maros, tidak menyurutkan semangat dan dedikasinya untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan. Tentu saja dalam hal ini sesuai kapasitas dan pengalaman yang dimilikinya selama ini dalam memperjuangkan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Indonesia secara baik dan benar, sehat dan aman, khususnya dalam perlindungan anak terhadap bahaya penyalahgunaan internet.

“Passion” yang dimilikinya, tidak berlebihan jika dinilai berbeda dengan anggota relawan lain bahkan pengurus komunitas IDKITA Community. Mungkin karena hal tersebut, jika permintaan sosialisasi ke daerah atau menyelenggarakan kegiatan di Jakarta, dia langsung turun tangan sendiri bila relawan dan pengurus lain berhalangan.

Kelihatannya seperti seorang yang tidak memiliki pekerjaan lain, padahal sederet pekerjaan menjadi konsultan dijalaninya dengan menyisihkan waktu untuk mengemban tugas melaksankan program kerja IDKITA Community. Bahkan dalam keadaan kecapean dan sakitpun, ia tetap menjalankan tugasnya secara baik sebagai Koordinator Nasional IDKITA Community.

Itulah sekilas profil, Mas atau Pak atau Bung Valentino, yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kepada masyarakat bagi komunitas IDKITA.

Oleh karena latar belakang itulah, kunjungan ke Sulawesi Selatan kemudian ke Malang, padahal sebelumnya berada di kota Ambon untuk mempersiapkan kegiatan selanjutnya di provinsi Maluku sekaligus menghadiri pemakaman adiknya yang tercinta, seolah-olah rentetan kegiatan yang harus melalui kondisi cuaca dan alam yang berbeda di 3 wilayah di Indonesia tidak menjadi penghalang baginya walau duka masih tersisa di batinnya yang terdalam.

Baja Juga :  Apa Saja yang Perlu Anda Ketahui Tentang Internet of Things

Semangat dan niat tulus serta pengorbanan yang dimilikinya, membuatnya kemudian berada di Malang pada tanggal 25 Agustus 2014. Dengan berkendara dari Surabaya selama 2,5 jam untuk menghadiri permintaan sosialisasi oleh Lembaga Pelayanan Masyarakat Indonesia, yang beralamat di Jalan S. Parman 1, Kota Malang.

Bertolak dari Surabaya pukul 06:00 WIB,  koordinator nasional IDKITA Community telah berada tepat pada waktunya, jam 08.30 di lokasi untuk melaksanakan tugasnya.

DSC03298Ruang Pertemuan

Disambut oleh pengurus Lembaga, ia diantar untuk memasuki satu ruang Multimedia yang berfungsi juga sebagai ruang Ibadah GPDI Malang. Di ruang itulah telah berkumpul beberapa pendeta, dosen, mahasiswa dan jemaat GPDI.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut salah seorang Duta Internet Sehat dan Aman 2014, saudari Vivi. Walau berbeda keyakinan, Vivi mengikuti proses ibadah singkat yang berlangsung mengawali kegiatan presentasi dan sosialisasi.

Setelah MC mempersilahkan Bapak Valentino untuk memberikan sambutan sekaligus presentasi, iapun segera mengambil posisi di podium memaparkan apa yang menjadi fokus gerakan IDKITA Community dengan memberikan beberapa gambaran tentang pemanfaatan TIK, khususnya internet di Indonesia dengan berbagai permasalahannya.

Mulai dari masalah pedofilia, peran dan pengawasan orang tua tehadap anak, hingga menghimbau para pendeta dan pelayan GPDI untuk dapat ikut memberikan pemahaman kepada jemaatnya bukan saja masalah-masalah sehari-hari di dunia nyata, namun juga masalah di “dunia maya” yang bagi penilaiannya bila dibiarkan akan menjadi ancaman terhadap moral generasi muda Indonesia di masa mendatang.

Dengan demikian, menurut Bapak Valentino, Lembaga Pelayanan Masyarakat Indonesia, seharusnya melakukan pelayanan tanpa membedakan kelas sosial, suku, ras, agama maupun golongan. Pelayanan yang berlandaskan cinta kasih kepada sesama harus bersifat universal dan tidak mengotak-ngotakan orang apalagi dalam tujuan untuk mencari keuntungan popularitas atau materi semata.

Baja Juga :  Akhirnya IDkita dan Kompasianer “Goes To Campus” di Yogyakarta

DSC03292Vivi, Salah Seorang Finalis Duta Internet Sehat dan Aman 2013

Nama lembaga pelayanan Masyarakat Indonesia, lebih lanjut menurut Pak Valentino mencerminkan pelayanan yang luas yang seharusnya dapat diwujudnyatakan kepada seluruh masyarakat Indonesia dalam setiap jenis pelayanan kepada mereka yang membutuhkan.

Dalam kaitan keinginan untuk bekerjasama melakukan pelayanan kepada masyarakat, IDKITA membuka diri kepada siapa saja namun tidak ingin terlibat dan terikat untuk kegiatan yang berorientasi profit dan politik apalagi untuk kelompok tertentu saja. IDKITA Community hadir di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk dengan latar belakang yang beraneka ragam budaya, agama, suku, bahasa bahkan golongan, oleh karenanya IDKITA Community hadir untuk masyarakat Indonesia yang membutuhkan khususnya dalam rangka perlindungan anak Indonesia dan pemberdayaan perempuan dalam pemanfaatan TIK. Dengan independensinya, IDKITA tetap menyuarakan kebenaran dan tidak ingin terikat dengan lembaga apapun, golongan apapun apalagi yang bersifat politik yang memiliki keberpihakan dan tujuan sempit dan menguntungkan diri sendiri.

Di akhir paparannya, setelah menyajikan banyak contoh kasus baik penyalahgunaan TIK maupun pemanfaatannya untuk meningkatkan ilmu, pendidikan, bakat dan prestasi anak, koordinator Nasional IDKITA Community juga meyampaikan bahwa, saat ini, program kegiatannya juga mengarah pada pengentasan kesenjangan pendidikan yang di dalamnya menyangkut anak-anak Indonesia di pelosok negeri Indonesia, khususnya di daerah pedalaman, terpencil dan miskin, di mana disebutkan juga keterlibatan PT Indosat Tbk yang senantiasa menyokong kegiatan IDKITA Community selama ini, dengan dukungan dan kerjasama baik lintas lembaga, kementerian maupun komunitas.

Setelah paparan yang disampaikan, acara ditutup dengan ramah tamah dengan melakukan diskusi dengan beberapa dosen dan pendeta.

Karena harus mengejar pesawat dari Surabaya untuk kembali ke Jakarta pada hari itu juga, sebab keesokan harinya, selasa 26 Agustus 2014 selain melaksanakan siaran rutin melalui suara radio edukasi, telah diagendakan pertemuan bersama pengelola rumah belajar yang dikelola oleh PUSTEKKOM Kemendikbud untuk membicarakan tindaklanjut kunjungannya ke Kabupaten Maros.

Baja Juga :  RPM Kemkominfo: Perlu didukung dalam Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif!

Kegiatan yang melelahkan namun tetap tidak sedikit keluhan yang terucap, semua jadwal kegiatan dijalankan dengan baik dan lancar. Semua itu menurutnya mengalir begitu saja, karena ia yakin perbuatan yang baik senantiasa akan diridhoi dan dilindungi Tuhan sang pencipta, walau di mata orang lain akan dinilai lain, termasuk cibiran ataupun anggapan lain. Semua itu tantangan yang harus diterima dan disyukuri bila ingin sungguh-sungguh memberikan pelayanan yang terbaik bagi sesama.

Choose your Reaction!