Nyala UntukYuyun: Perangi Kekerasan Seksual Anak Indonesia!!

nyala-untuk-yuyun

BIADAB!! Dan masih banyak kata-kata yang tidak pantas diucapkan namun rasanya pantas disematkan kepada 14 tersangka pemerkosaan dan pembunuhan yang keji  terhadap Yuyun, gadis remaja , 14 tahun, 2 April 2016 di Bengkulu . Mereka memang patut di hukum seberat-beratnya, tidak ada kata ampun berdasarkan hukum yang berlaku!.

Kejadian yang menyita perhatian banyak kalangan dari dalam dan luar negeri, baik perorangan, masyarakat, LSM, Institusi Pemerintah. Semuanya mengutuk keras perbuatan biadab para pelaku yang sebagian masih tergolong remaja itu.

Kami tidak akan mengulas kronologis kisah tragis yang menimpa Yunyun karena  sangat menyayat hati bahkan harus jujur,  geram dan emosi yang memuncak terhadap para pelakunya.

Kami juga menghormati aturan perundangan-undangan di negara hukum ini, dan tidak menampik adanya penghormatan terhadap hak asasi manusia. Namun perbuatan para tersangka tersebut, sudah di luar batas kemanusiaan.  Oleh karenanya tidak ada pilihan lain, kami harus bersikap untuk menuntut hukuman yang seberat-beratnya terhadap 14 tersangka bila terbukti merencanakan dan melakukan berbuatan biadab tersebut.

Tidak cukup hanya dengan menjerat  tersangka dengan pasal 76C dan 76D Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara maupun pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman yang sama.  Bagi kami hal ini sudah terdapat unsur kesengajaan dan perencanaan untuk melakukan kekerasan seksual disertai  pembunuhan yang keji, oleh karena itu kami juga ingin agar pelaku di jerat dengan pasal  340 KUHP tentang  pembunuhan berencana dengan ancaman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup.

Di luar sana masih banyak Yunyun-yuyun  yang lain, walau mereka masih hidup, namun harus diakui anak dan remaja kita yang  menjadi korban  pelecehan seksual, luka batin dan trauma yang berat telah membunuh harapan masa depan mereka, kematian seolah-olah telah menghampiri mereka saat ini.

Baja Juga :  Ikuti IWIC ke 8: Jika Memiliki Ide Kreatif dan Inovatif

Sudah banyak kasus kekerasan sesksual pada anak yang terjadi di negara Republik ini, rasanya  semua berlalu tanpa memikirkan dampak buruk terhadap korban dan efek jera pada pelaku-pelaku yang biadab.

Statistik atau data kekerasan seksual  terhadap anak dan remaja hanya bersumber pada pelaporan yang diterima institusi resmi negara terkait. Bagai fenomena gunung es, sejatinya masih banyak korban-korban  lain yang diam, merasa tabu untuk melaporkan, bahkan ada yang hidup dibawah ancaman  para pelaku biadab, yang lebih tragis lagi dengan bujuk rayu karena gaya hidup atau kemiskinan mereka dijadikan budak seks, perdagangan manusia yang seharusnya di berantas oleh aparat hukum di negeri ini.

Selama ini, media hanya meliput masalah kekerasan pada anak bila kejadian telah terjadi. Masalah pencegahan, kampanye dalam penanggulangan kekerasan terhadap anak seolah-olah bukanlah hal penting dan bukan bagian dari sebuah berita yang “seksi” dibandingkan Politik, showbiz, berita gosip murahan, tayangan-tayangan yang tidak mendidik  senantiasa menghiasi layar kaca, koran cetak, halaman berita online hanya untuk tujuan utama menaikan rating semata, mengumpulkan pundi-pundi pendapatan iklan tanpa memiliki rasa tanggung jawab terhadap perlindungan pada anak dan remaja.

Aparat penegak hukum, masyarakat, bahkan keluarga seolah-olah menganggap remeh terhadap upaya perlindungan anak,  tanpa sadar juga membiarkan bibit-bibit perilaku terhadap pelecehan pada anak dan remaja semakin tumbuh subur di era kemanjaan teknologi  informasi dan komunikasi dewasa ini, terjadi  pembiaran terhadap akses pornografi dan konsumsi miras  yang sangat mudah di peroleh di Negara yang katanya kita cinta ini.

Semua kegeraman, kesedihan, kutukan datang ketika semua telah terjadi, namun kita lupa apa yang telah kita lakukan selama ini untuk melindungi anak-anak kita kelak. Dengan memanfaatkan kebebasan atas nama undang-undang membuka peluang yang hampir di luar kontrol diri bahkan jauh dari pantauan pemerintah, membiarkan bibit-bibit, pemicu kekerasan terhadap anak dan remaja tidak menjadi perhatian kita untuk diperangi  secara bersama-sama.

Baja Juga :  Masalah IM2: Vonis Tak Mendasar untuk Indar Atmanto

Yuyun sekarang telah tiada! Jangan biarkan kejadian ini berlalu begitu saja dalam hati dan sanubari kita, mari kita cegah bersama agar jangan ada lagi “Yuyun-yuyun” yang lain! Bukalah mata kita semua, apa yang telah dan harus kita lakukan ke depan demi melindungi anak dan remaja kita menyongsong masa depannya. Karena Bangsa dan Negara ini kelak akan diwariskan kepada mereka.

Nyala Untuk Yuyun, Jangan Biarkan nyala  Lilin itu padam di dalam benak dan hati sanubari kita semua, Yuyun telah menghadap sang khalik dan doa kita semua mengirinya, mari bersama-sama perangi semua bentuk yang memicu terjadinya kekerasan terhadap anak dan remaja dimanapun di muka bumi ini!!

#NyalaUntukYuyun.

Tag:
Choose your Reaction!