Karena Online Dapat Mengancam Gangguan Kepribadian

Jaman serba online begini, semua hal terhubung dengan internet. Dari menggali informasi, berbisnis, mencari hiburan, mengisi waktu luang bahkan sampai menyalurkan hobi dan hasrat mengeksiskan diri, semua bisa dilakukan hanya dengan duduk di depan komputer atau laptop. Dapat dikatakan, berinternet ria sudah menjadi kebutuhan penting saat ini. Bahkan bagi sebagian orang, internet adalah segalanya.

Ada sebagian orang menganggap bahwa internet mampu membuat orang menjadi “gila” (dalam tanda kutip). Ungkapan ini tidak berlebihan jika kita melihat berbagai masalah kejiwaan dimana orang yang lebih mencintai internet (dunia mayanya) melebihi rasa cinta kepada pasangannya atau keluarganya atau dunia nyatanya. Banyak orang yang berubah menjadi anti sosial karena nyaman menggunakan internet. Adapula yang memanfaatkan internet untuk menyalurkan kemarahan bahkan kebohongan yang direkayasa dan direncanakan.

Dari berbagai sumber yang diperoleh, Mas Valentino mengangkat hal ini dalam talkshow on airnya pada hari Selasa, 20 November 2012. Seperti biasanya, program Bunda Pintar yang dipandu oleh Mbak Hanny dari Radio Suara Edukasi ini mengajak para orang tua khususnya para ibu untuk berperan aktif membimbing anak-anaknya di era teknologi.

Menurut Mas Valentino, kecanduan internet atau online bisa menyebabkan gangguan kepribadian bahkan kejiwaan. Atau kalau mau dianggap, paling tidak mengubah kebiasaan seseorang yang diluar kebiasaannya. Banyak contoh nyata yang bisa diamati.

Bagi para Gamers Addicted dan Chatters Addicted, mereka akan rela tidak tidur hanya untuk bermain game dan chatting. Ada anak yang lebih memilih internet daripada nasi. Kita dapat lihat, dari orang dewasa hingga anak-anak memenuhi warnet setiap harinya karena “kegilaan” terhadap internet, bahkan sampai menginap di warnet tersebut. Adapula yang rela menghabiskan uangnya demi memenuhi kesenangannya ber-game online. Ada beberapa game online yang sangat digemari, di mana barang-barang fiktif tersebut bisa dibeli dengan uang “nyata”.

Baja Juga :  Kasus IM2 : Justeru MA dapat Mengancam Terjadinya “Kiamat” Internet

Di rumah pun, anak-anak sampai lupa makan atau belajar dan lebih memilih online. Tak jarang pula saat satu keluarga berkumpul, tetapi semua sibuk online dengan gadgetnya sendiri-sendiri.

Dari paparan Mas Valentino, ada banyak ancaman gangguan kepribadian, namun paling tidak ada 6 jenis gangguan yang dapat kita pelajari:

1. Gangguan kepribadian berupa emosi yang sebentar-sebentar meledak di saat online, mengamuk karena mudah tersinggung. Orang yang mengidap gangguan ini tampak normal pada awalnya. Beberapa hari atau jam sebelumnya mereka bisa saja melakukan pembicaraan-pembicaraan lucu atau komentar-komentar hangat. Akan tetapi beberapa saat kemudian berubah marah-marah dan mengumpat disebabkan sesuatu yang menyinggung perasaannya.Kenapa hal itu bisa terjadi di Internet?
    • Pengguna internet kebanyakan menyembunyikan identitas aslinya, sehingga mereka dengan bebas mengeluarkan isi hati dan kemarahannya tanpa khawatir reputasinya menjadi jelek.
  • Karena pengungkapan perasaan dalam bentuk tulisan sering terlihat datar dan tidak menggambarkan emosi dengan jelas, seperti halnya nada suara, mimik wajah dan bahasa tubuh lainnya disaat tatap muka langsung, sehingga orang cenderung menggunakan kata-kata yang tajam, kasar dan keras untuk mewakili sebuah perasaan tertentu.
2. Gangguan Kepribadian dimana orang memiliki toleransi rendah dalam sebuah forum. Dapat digambarkan sebagai seseorang yang mencari-cari kepuasan untuk dipenuhi segera atau ingin menghindari dari rasa sakit dalam waktu cepat. Pada awalnya mirip dengan perilaku anak tujuh tahunan yang menginginkan sebuah mainan, dan akan berteriak dengan menghentak-hentakan tangan dan kakinya agar segera mendapatkan apa diinginkannya.Bagi orang yang suka menulis dan melakukan posting, sering kali merasa bahwa postingannya sangat sempurna. Penulisnya hampir setiap waktu mengecek masuknya komentar yang baru diberikan pembacanya. Jika ia mendapat komentar-komentar miring penuh kritik, maka dengan cepat ia akan meluncurkan jawaban yang akan mematahkan tanggapan itu.
Baja Juga :  Media Sosial dan Kesehatan Mental
Jika tidak ada yang memberikan komentar, dia akan mengirimkan komentarnya sendiri – mungkin dengan nama lain – untuk meramaikan tulisannya.3. Münchhausen syndrome

Ini adalah penyakit mental di mana orang menciptakan gejala atau penyakit pada diri mereka atau anak mereka untuk mendapat investigasi, penanganan, perhatian, simpati dan kenyamanan dari tenaga medis. Dalam beberapa hal, orang yang menderita sindrom Münchausen memiliki pengetahuan medis yang tinggi. Contohnya orang yang terkena sindrom ini menyuntik diri mereka dengan benda yang terinfeksi, sehingga harus dilakukan analisis medis dan memperpanjang masa inap mereka di rumah sakit.

Suatu kondisi di mana seseorang dengan sengaja membuat kebohongan, menirukan, menambah buruk suatu keadaan, atau mempengaruhi diri sendiri agar sakit dengan tujuan diperlakukan seperti orang sakit.

Ini terjadi karena sangat mudah melakukan kebohongan dalam kehidupan nyata, dan sepuluh kali lebih mudah melakukannya di internet, karena tidak ada seorang pun bisa memeriksa kebenaran fakta-faktanya.

4. Gangguan kepribadian dimana keadaannya adalah seseorang tergoda untuk memaksa orang lain pada saat online karena sangat perfeksionisme.
Choose your Reaction!